Kali ini saya akan menulis tentang kisah saya sendiri, hehe, kisahnya tentang bagaimana bisa saya bertahan dan malah menikmati jurusan dan calon profesi saya saat ini :D
Sebelumnya let's make it clear, I'm a student of Adab Faculty, UIN SUKA. My major is Information and Library Science. See? Sudah tau kan sekarang aku kuliah dimana dan di jurusan apa. Mungkin pada bertanya-tanya, kok bisa-bisanya ngambil jurusan itu, kenapa gak ngambil yang kece dikit gitu?? :D haha, eeeiit, tapi jangan salah, Ilmu perpustakaan itu kece lho, super kece malah, kece dunia akhirat. Lha kok?
Setelah lulus SMA, pasti pada bingung kan mau kuliah apa kerja, kalau kuliah, kuliah dimana, jurusan apa, wawawaw, itu terjadi juga kepada saya :D Tahun pertama setelah kelulusan saya tidak kuliah, soalnya ketinggalan informasi, cuma ikut SNMPTN yang kala itu ambil jurusan sastra dan psikologi, soalnya aku memang senang sekali dengan bahasa, apalagi bahasa asing, beuuhh apalagi tuh psikologi, demen abis :D sebenernya keterima sih di psikologinya, tapi dengan pertimbangan jurusan itu di **N(salah satu univ di Jogja) akreditasinya masih C, akhirnya gak diambil dh, huhu. Pas tahun kedua, akhirnya keterima juga di jurusan Ilmu Perpustakaan UIN SUKA, pilihan pertama, asli!! Gak tahu juga pastinya kenapa pilihan pertama Ilmu Perpustakaan gitu. Suruhan orang tua? ah, gak mungkin, selama pendaftaran univ manapun Ibu ku gak pernah ikut campur dalam hal jurusan *bestMommy :* . Ikut-ikutan? ikut siapa yak? . Yang pasti aku suka mencoba hal baru, suka penasaran dan mungkin inilah yang membuat ku terjebak di Ilmu Perpus :D haha
Galau, galau dan galau. Itulah yang saya rasakan pada awal-awal perkuliahan. Belum ada chemistry sama jurusan ini. Kemudian saya mencoba gabung dengan LIBERTY, salah satu komunitas anak perpustakaan di kampus. Dan ternyata luar biasa. LIBERTY menjembatani saya dan Ilmu perpustakaan. Melalui LIBERTY, saya khususnya merasakan bagaimana teori itu diaplikasikan kepada masyarakat, kepada dunia kerja yang sesungguhnya. Yang paling saya suka adalah ketika melakukan pengolahan di perpustakaan. Sedikit demi sedikit chemistry diantara kami (aku dan perpustakaan) mulai muncul. Ditambah lagi setelah ngobrol dengan seorang tokoh Perpustakaan. Saya curhat tentang kegalauan itu. Beliau menjawab "kepustakawanan adalah panggilan hidup. berani tidak menjawab "ya" atas panggilan itu. jika ya berarti anda kan menemukan semangat hidup sebagai pustakawan. Memang jalan kepustakawanan itu jalan sepi dan berliku. Adalah usaha yang berani menjawab "ya" untuk mengubah sepi menjadi "hening" sehingga membuat pikiran jernih. selain itu juga berani menikmati jalan berliku dan naik turun itu sebagai jalan yang menyenangkan. Prinsip hidup saya adalah menjalani, menikmati, namun tepat bereksperimentasi. karena latar belakang saya ilmu fisika yang selalu berusaha memahami alam,maka saya juga berusaha memahami kepustakawanan."
Sekarang kegalauan itu sudah hilang. Mengingat bagaimana bahagianya orang ketika informasi yang dibutuhkan itu ia dapat, dan kemudahan dalam mendapatkannya itu karena kita . Mengingat bagaimana orang bisa cerdas dan berpengetahuan luas, dan karena bantuan kita. Dan bagaimana orang-orang akan mendoakan orang yang sudah dengan baik hati membangunkan gudang informasi bagi mereka. Itulah saya katakan kenapa ilmu perpustakaan itu kece dunia akhirat.
Saya, Qoriana Fatima, berada di jurusan ilmu perpustakaan, menjadi calon pustakawan dan saya bangga.
"Really, being a librarian is a much more dangerous job than you realize" -- Libba Bray
0 komentar:
Posting Komentar